Selasa, 15 September 2015
Lonely
Kesepian merajam
Kerinduan menghujam
gelisah membuncah
Terasing dalam bising
Apa ini?
Kau dimana?
Tanganku tak sanggup merengkuh
Terlalu jauh
Sedikit peluh,
Saat langkah kaki mulai melepuh
Kau tau,
Aku mulai rapuh
Aku hilang arah
Saat tubuh semakin lelah
Satu langkah,
Satu desah,
Untuk kematian sebuah titah
Dan kau,
Tak lagi nyata
Rdb, September 2015
Never
Kau tak akan tau apa itu kebenaran
Karena yang kau lakukan hanya menyalahkan
Kau tak akan bisa menghargai
Karena kau terlalu banyak melukai
Dan kau tak akan percaya karma
karena kau terlalu banyak menanam dosa
Aku meyalahkan bukan tanpa alasan
Aku juga harus terluka saat melukai
Dan untuk dosa, itu urusanku denganNYA
Begitu 'kan?
Kau memang tak bisa dikalahkan
Apalagi disalahkan
Memories of pain,
Randublatung, 06/09/2015
Still Love You
Tak bisakah kau lihat kalau aku mencintaimu?
Karena aku begitu mencintaimu, apa kau tau sakit yang kurasakan?
Tapi meskipun aku mencintaimu, aku tau aku punya banyak kekurangan
Itulah kenapa aku akan slalu mendo'akanmu meski mimpimu ternyata bukan denganku
Memories of pain, 2015
Karena aku begitu mencintaimu, apa kau tau sakit yang kurasakan?
Tapi meskipun aku mencintaimu, aku tau aku punya banyak kekurangan
Itulah kenapa aku akan slalu mendo'akanmu meski mimpimu ternyata bukan denganku
Memories of pain, 2015
Masa Lalu
Masa lalu
Diamlah kau disana
Dalam wadah rapat kedap udara
Di pojok gudang tempat barang-barang tak berharga
Tersembunyi tak terlihat mata
Masa lalu
Jangan coba-coba memanggilku
Aku tak mau berurusan lagi denganmu
Aku ingin berlari sejauh mungkin darimu
Menuju tempat baru
Masa lalu
Mungkin sesekali aku mengingatmu
Kenanganmu melintas di otakku
Tapi bukan berarti aku merindu
Apalagi mengharap kembalimu
Masa lalu
Bila sampai kau mengusikku
Akan kulindas kau dengan waktuku
Kubakar bangkaimu
Dan kutinggalkan kau yang telah jadi abu
Biar diterbangkan oleh tangan-tangan jahil bayu
Memories of pain
Winarinda, 15/09/2015
Minggu, 13 September 2015
Angin
Angin,
Aku ingin terbang denganmu
Menjaring asa lewat deritan ranting
Diantara gemerisik pucuk-pucuk daun
Menari kesana kemari
Angin,
Bawa aku dari sini
Dari tempat yang kerontang tak bermimpi
Ke duniamu yang terus melaju
Tak pedulikan bukit batu menghadangmu
Kau berlari kemanapun kau mau
Angin,
Aku ingin sepertimu
Melayang bebas ke tempat baru
Tanpa perlu memintal rindu
Pada apa yang telah lalu
Angin,
Aku di sini
Bawa aku
Aku ingin terbang denganmu
Menjaring asa lewat deritan ranting
Diantara gemerisik pucuk-pucuk daun
Menari kesana kemari
Angin,
Bawa aku dari sini
Dari tempat yang kerontang tak bermimpi
Ke duniamu yang terus melaju
Tak pedulikan bukit batu menghadangmu
Kau berlari kemanapun kau mau
Angin,
Aku ingin sepertimu
Melayang bebas ke tempat baru
Tanpa perlu memintal rindu
Pada apa yang telah lalu
Angin,
Aku di sini
Bawa aku
Memories of pain
Winarinda, 2015
Kamis, 10 September 2015
Pemilik hati
Pemilik Hati
Dia sebenarnya satu-satunya pemilik hatiku
Dia orang pertama yang mengajariku
Tentang mencintai dengan sepenuh hati
Dia pula yang mengajariku
Tentang indahnya bertahan dalam badai gelombang kehidupan
Demi keyakinan sebuah akhir yang membahagiakan
Dan dia juga yang akhirnya menyadarkanku
Bahwa selain diperjuangkan,
Cinta juga sangat butuh dengan yang namanya penghargaan
Karena tanpa penghargaan
Cinta bukanlah cinta
Hanya sederet beban kehidupan
Yang merantai langkah kaki pemiliknya
#Short_script 'Penghargaan_Cinta'
Randublatung, 02/06/2015
Dia sebenarnya satu-satunya pemilik hatiku
Dia orang pertama yang mengajariku
Tentang mencintai dengan sepenuh hati
Dia pula yang mengajariku
Tentang indahnya bertahan dalam badai gelombang kehidupan
Demi keyakinan sebuah akhir yang membahagiakan
Dan dia juga yang akhirnya menyadarkanku
Bahwa selain diperjuangkan,
Cinta juga sangat butuh dengan yang namanya penghargaan
Karena tanpa penghargaan
Cinta bukanlah cinta
Hanya sederet beban kehidupan
Yang merantai langkah kaki pemiliknya
#Short_script 'Penghargaan_Cinta'
Randublatung, 02/06/2015
Minggu, 06 September 2015
Hujan
Hujan
Hujan, aku rindu kamu
Rindu sejukmu membelai pucuk-pucuk daunku
Mekarkan bunga-bunga hatiku
Resapi akar jiwaku
Hujan,
Kenapa tak jua datang
Aku lelah bertarung dengan kerontang
Daunku layu mengering
Hati dan jiwaku harapkan tetesan
Hujan,
Aku rindu melihatmu berlarian
Dengan kaki-kaki kecilmu yang tak bisa diam
Aku rindu berjalan bersamamu
Kita berpelukan dalam sejukmu
Randublatung, 06/09/2015
Kita Berbeda
Tidak,
Meski aku mengikuti rencanamu
Semua akan sama saja
Saat kita bersama
Kita tidak akan pernah bisa tersenyum bersama
Karna kita berdua bukan 2 orang yang sama
Jalan pikiran dan impiannya
Lebih baik begini
Kita berpisah ditengah jalan
Dengan luka yang tetap menganga
Agar tak pernah ada alasan
Untuk mencoba kembali bersama
Memories of pain,
06/09/2015
Di Senja
Di senja yang memerah
Kita berpisah
Setelah puas meluapkan amarah
Melempar semua hal yang indah
Kita melangkah
Beda arah
Di senja yang kian memburam
Aku tenggelam
Dalam sisa cinta yang kian menghitam
Dan di ujung senja ini
Sendiri aku menyusuri luka hati
Yang mulai tersulam terpatri
Randublatung, 06/09/2015
Sabtu, 05 September 2015
Tersenyumlah
Tersenyumlah,
Bahkan ketika luka ini begitu nyata
Menghujam hatimu dengan sadisnya
Bahkan ketika tangis tak cukup mewakili sakitnya
Tetaplah tersenyum,
Agar cinta ini bisa pergi dengan mudah
Memories of pain,
05/09/2015
Langganan:
Komentar (Atom)










